Minggu, 09 September 2018 16:25

Nubuat Akhir Zaman, Sapi Merah Lahir di Kuil Israel, Para Rabi Bergembira

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sapi merah lahir di Kuil Israel, salah satu nubuat akhir zaman yang tercantum di dalam Alkitab.
Sapi merah lahir di Kuil Israel, salah satu nubuat akhir zaman yang tercantum di dalam Alkitab.

Ini adalah akhir dari dunia, seperti yang kita ketahui.

RAKYATKU.COM, YERUSALEM - Ini adalah akhir dari dunia, seperti yang kita ketahui.

Seekor lembu merah, seluruhnya lahir di Kuil Israel pada 4 September. Itu memenuhi nubuatan Alkitab untuk memulihkan kemurnian dunia, dan pembangunan kembali Bait Suci. Demikian diumumkan kuil itu melalui YouTube.

Dalam pengumuman di Youtube yang dilansir New York Post, pengorbanan seekor lembu merah, sangat penting untuk pembangunan sebuah kuil ketiga di Yerusalem, yang akan membawa datangnya sang mesias dan penghakiman terakhir.

The Temple of Israel menulis, “Heifer saat ini adalah kandidat yang layak dan akan diperiksa [untuk melihat] apakah itu memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk sapi merah.”

Dilansir dari situs fitnahfitnahakhirzaman, siang dan malam ilmuan dajjal mencoba menghasilkan sapi merah mulus tanpa cacat, melalui rekayasa genetika. 

 

Sapi merah mulus tanpa warna lain ini, diyakini sebagai pertanda yang diisyaratkan dalam taurat, bahwa akan datang Sang Mesias juru selamat dan legitimasi untuk membangun kuil ketiga Sulaiman, yang lokasinya berada di Masjid Al-Aqsha. Dengan begitu, mereka memiliki wewenang untuk menghancurkan Al-Aqsha sebagai "Tugas dari Tuhan". 

Lahirnya seekor heifer (sapi) merah di Israel, dipandang oleh kaum Yahudi, sebagai suatu tanda dari Tuhan, bahwa pembangunan Kuil Ketiga di Yerusalem, dapat segera dimulai.

Sponsored by MGID

Sebuah tim ahli para Rabbi (pemimpin agama Yahudi) melaporkan, bahwa hewan itu, lahir enam bulan lalu di sebuah perkampungan Yahudi dekat dengan pelabuhan utara Israel, Haifa. Bagi mereka, sapi ini sesuai dengan kriteria Kitab Injil untuk seekor sapi suci yang tulen. 
Menurut AlKitab (XIX: 2-7), hewan ini diperlukan sebagai ritual penyucian orang Yahudi kuno.

"Tuhan berfirman: Katakan kepada Anak-anak Israel bahwa mereka menyediakan seekor heifer(sapi) merah kepadamu yang tidak berbintik, di mana padanya tiada kecacatan, dan sapi itu tidak pernah digunakan untuk membajak," Injil keempat Perjanjian Lama, Taurat Yahudi.

Heifer (sapi) ini nantinya akan disembelih dan dijadikan korban pembakaran, dan abunya dibuat menjadi cairan lekat yang digunakan dalam upacara orang Yahudi, yang dipercaya bahwa mereka harus menempuhnya sebelum mereka dapat memasuki situs kuno Kuil di Yerusalem, untuk memulai mendirikan struktur kuil yang baru. 

Sejak Kuil Herod dihancurkan oleh Titus raja Roma pada 70 SM, tidak ada heifer merah yang sempurna dilahirkan di kota tua Israel, menurut para rabi.

Lahirnya sapi merah ini, dari induk sapi betina hitam dan putih dan sapi jantan berwarna campur, dianggap sebagai "mukjizat" para aktivis yang hendak membangun Kuil Ketiga, yang disiapkan bagi jalan masuk mesiah Yahudi ke Yerusalem. 

Bagi Yahudi yang taat, perlu menunggu sampai heifer itu berusia 3 tahun, sebelum dapat digunakan sebagai korban. Bila moment ini tercapai, Yahudi baru dapat memulai milenium baru.

Berita pemunculan heifer merah, bagaimana pun tentu akan mendapat reaksi keras dari muslim. Situs kuil Yahudi yang lama di Kota Suci sekarang, merupakan salah satu situs Islam paling disucikan.

Para Yahudi ingin menghancurkan Dome of the Rock dan masjid Al-Aqsa yang berdampingan, untuk memberi jalan bagi kuil yang baru. Pada tahun 1985, suatu kelompok teroris Yahudi dipenjarakan karena berencana menghancurkan Kubah dengan ledakan yang tinggi di Israel.

Tetapi ekstrimis Yahudi berkata, mereka menganggapnya sebagai tugas Tuhan mereka untuk membangun kuil yang baru. "Kami sudah menunggu selama 2.000 tahun sebuah tanda dari Tuhan, dan sekarang dia telah mendatangkan kepada kami seekor heifer merah," kata Yehudah Etzion yang termasuk pemimpin gerombolan, yang merencanakan untuk meledakan masjid Al-Aqsha pada tahun 1985 itu, yang baru-baru ini ikut menyaksikan heifer (sapi) merah itu di Kfar Hassidim. 

"Meskipun terdapat sepasangan rambut sedikit putih, tetapi para pendeta Yahudi merasa puas, karena heifer merah itu sesuai dengan kriteria yang ada di dalam injil," kata Etzion.

Di dalam Injil, Bilangan 19:2 ditegaskan, "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.

Kisah lembu ini, juga ada dalam Alquran, di surah Albaqarah.

Sponsored by advertnative