Rabu, 29 Agustus 2018 12:53

"Saya Kira Aman di Sini", Wanita Afghanistan Dirampok di Australia

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mahdesa Zafar
Mahdesa Zafar

Seorang wanita Afghanistan berusia 22 tahun, menjadi korban serangan perampokan bersenjata, setelah dia mencoba membantu orang asing yang membutuhkan. 

RAKYATKU.COM, AUSTRALIA - Seorang wanita Afghanistan berusia 22 tahun, menjadi korban serangan perampokan bersenjata, setelah dia mencoba membantu orang asing yang membutuhkan. 

Mahdesa Zafar, dilaporkan diancam dengan senjata setelah sebelumnya menawarkan bantuan kepada seorang pria, pasca penempatan penempatan praktik di Rumah Sakit Logan di Queensland.

Kepada 7 News, Zafar, yang belajar menjadi bidan, mengatakan, dia melarikan diri dari zona perang untuk datang ke Australia, dan tidak pernah menduga hal seperti ini terjadi di negeri Kanguru tersebut.

Saat berjalan ke mobilnya, Zafar didekati seorang pria yang sepertinya membutuhkan bantuan, tetapi dia tidak yakin apa yang dia butuhkan.

Dia kemudian menawarkan pria itu tumpangan. Namun tiba-tiba pria itu menodongkan pistol.

"Aku hanya duduk di kursi dan dia menodongkan [pistol] di wajahku, sambil berkata, 'Beri aku kunci-kunci itu, beri aku teleponmu'," kata Zafar. 

Awalnya dia berkata tidak, tetapi kemudian memutuskan untuk menyerahkan barang-barang itu kepada perampok. Pewampok itu kemudian melarikan diri dengan kendaraan Zafar.

Subaru Impreza biru yang dicuri belum ditemukan, dan memiliki nomor registrasi Queensland 028XYH. 

Polisi tetap memburu perampok dan mencari seorang pria berpenampilan Pacific Islander, tinggi sekitar 160 cm, tubuh langsing, dan rambut hitam.