Senin, 02 Juli 2018 17:01

Sweeping di Depan Kantor PLN, Samsat Ternyata Incar Tunggakan Rp452 Juta

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sweeping pajak kendaraan di depan kantor PLN Hertasning, Senin (2/7/2018).
Sweeping pajak kendaraan di depan kantor PLN Hertasning, Senin (2/7/2018).

Sejumlah kendaraan operasional milik PLN se-Sulsel disinyalir menunggak pajak kendraan bermotor (PKB) atau tidak melakukan daftar ulang pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel. Jumlahny

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Sejumlah kendaraan operasional milik PLN se-Sulsel disinyalir menunggak pajak kendraan bermotor (PKB) atau tidak melakukan daftar ulang pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Bapenda yang menangani 25 samsat se-Sulsel meminta PLN segera melunasi tunggakan pajak kendaraan tersebut sebelum dilakukan tindakan tegas. 

"Kami sudah melakukan  pendataan, ada ratusan kendaraan operasional milik PLN yang menunggak pajak kendaraannya dengan jumlah tunggakan (Kendaraan tidak melakukan daftar ulang) sekitar Rp452 juta," kata Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan H Harmin, Minggu (1/7/2018). 

Ia mengatakan, tagihan pajak kendaraan PLN disinyalir mencapai Rp1,2 miliar. Namun, tunggakan pajak kendaraan hanya sekitar kurang lebih Rp452 juta. 

Kemungkinan jumlah tersebut akan lebih besar lagi karena PLN mempunyai banyak kendaraan di kantor cabangnya yang berada di seluruh Sulsel.

Ia mengimbau PLN segera melunasi pajak kendaraannya karena PLN juga tidak memberikan toleransi kepada pelanggan PLN yang terlambat pembayaran listrik dengan cara langsung memutus aliran listrik.

“Kalau PLN langsung memutus jaringan listrik pelanggan yang menunggak pembayaran listriknya, saya minta PLN juga harus membayar pajak kendaraan tepat waktu. Ini juga berlaku pada mitra kerja PLN, semua kendaraan mitra PLN juga harus membayar pajak kendaraan. PLN harusnya tidak bekerja sama dengan pihak yang menunggak pembayaran pajak kendaraan,” kata Harmin.

Data yang diperoleh dari Bapenda Sulsel, tunggakan kendaraan berasal dari kendaraan operasional PLN cabang Bone, Bulukumba, Gowa, Makassar I, Makassar II, Palopo, Parepare, dan Pinrang dengan jumlah tunggakan Rp452 juta.

Terpisah, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Gowa, Zulkarnain Malik mengatakan, pihaknya menemukan ada kendaraan operasional milik mitra PLN yang beroperasi malam-malam tanpa dilengkapi dengan tanda nomor kendaraan polisi (TNKB).

Menurutnya, perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan karena melanggar aturan berlalu lintas dan dapat ditilang oleh petugas  kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas PLN Sulawesi Selatan Rosita yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan kemungkinan kendaraan yang menunggak pajak tersebut milik mitra PLN. 

"Hal ini akan kami teruskan ke pihak-pihak mitra terkait dan PLN pada prinsipnya sangat mendukung agar tercipta taat pajak," katanya.