Minggu, 17 Juni 2018 23:44

Cara Sehat Mengolah Daging Sapi

Ibnu Kasir Amahoru
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Cara Sehat Mengolah Daging Sapi

Mengonsumsi daging sapi saat hari raya tiba bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Umumnya, daging sapi bisa jadi menuĀ utama bagi para keluarga yang diolah menjadi rendang, ataupun sate. Namun d

RAKYATKU.COM - Mengonsumsi daging sapi saat hari raya tiba bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Umumnya, daging sapi bisa jadi menu utama bagi para keluarga yang diolah menjadi rendang, ataupun sate. Namun daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat.

Daging sapi merupakan sumber vitamin B dan mineral seperti zinc, fosfor, dan zat besi yang baik dan penting untuk tubuh. Selain itu, dalam 100 gram daging sapi terkandung sekitar 15 gram lemak (jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh rantai ganda) dan 26 gram protein. Protein dari daging sapi dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan tubuh. Namun jika berlebihan, tentu juga tidak baik.

Jika sering mengonsumsi daging sapi, tidak hanya kadar protein dalam tubuh yang meningkat, tetapi juga lemak. Tingginya kadar lemak dalam tubuh berarti risiko berat badan naik atau mengalami obesitas juga meningkat. Makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol mampu meningkatkan kolesterol jahat LDL. Akibatnya, risiko terserang penyakit jantung pun semakin meningkat. Selain itu, makan daging merah seperti daging sapi diduga dapat meningkatkan risiko kanker usus, paru-paru, kerongkongan, lambung, pankreas, dan endometrium.

Dikutip dari Alodokter, jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng. Jika digoreng, minyak sayur yang digunakan juga akan memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Namun jika memang ingin menggoreng daging sapi, gunakan minyak yang sehat bagi jantung seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai, atau minyak zaitun.

Pastikan juga untuk memakan sayuran berserat yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi. Dan jangan lupa untuk memasak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71°Celcius untuk membunuh bakteri.

Selain cara memasak, cara menyimpan daging sapi juga harus diperhatikan. Taruh daging sapi di kulkas bersuhu 1°Celcius atau di freezer bersuhu -18°Celcius segera setelah membelinya. Hal ini guna menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi, dan memperpanjang umur simpan makanan.

Jika disimpan di kulkas, daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari sedangkan daging sapi masak dapat bertahan selama tiga hingga empat hari. Apabila disimpan dalam freezer, daging sapi mentah bisa bertahan hingga tiga atau empat bulan, sedangkan daging sapi matang dua hingga enam bulan.

Jika menyimpan daging sapi selama lebih dari dua minggu, bungkus atau masukkan daging dengan kertas alumunium foil, kertas pembeku, atau tas pembeku. Jika ingin mencairkan daging sapi yang beku, taruh dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri.