Sabtu, 26 Mei 2018 10:47

Mahkamah Agung Abaikan Rekomendasi Kemenag, Humas: Hakim Segan pada Ustaz Somad

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua MA Hatta Ali menyambut Ustaz Abdul Somad di ruang kerjanya.
Ketua MA Hatta Ali menyambut Ustaz Abdul Somad di ruang kerjanya.

Mahkamah Agung (MA) menjadi lembaga pertama yang melakukan "pembangkangan" terhadap rekomendasi Kementerian Agama RI (Kemenag). Penceramah yang dihadirkan justru yang tidak masuk rekomendasi, yakni Us

RAKYATKU.COM - Mahkamah Agung (MA) menjadi lembaga pertama yang melakukan "pembangkangan" terhadap rekomendasi Kementerian Agama RI (Kemenag). Penceramah yang dihadirkan justru yang tidak masuk rekomendasi, yakni Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad diundang berceramah usai salat zuhur di masjid kompleks kantor Mahkamah Agung, Kamis (24/5/2018). Dari foto-foto yang diunggah Ustaz Somad di akun Facebooknya, dia tampak disambut hangat Ketua MA Hatta Ali dan jajarannya.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad tidak masuk dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kemenag. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mubalig yang masuk daftar hanya yang memiliki keilmuan mumpuni dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Ustaz Abdul Somad ternyata diundang pengurus Masjid Al-Mahkamah. Somad diminta untuk berceramah usai salat zuhur di hadapan para hakim dan pegawai MA. Peristiwa itu pun diabadikan Somad ke akun Facebook miliknya. Tak kurang dari 11 foto ditunjukkan kepada para pengikutnya.
 
"Di Mahkamah Agung Republik Indonesia, bersama Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Prof Dr Muhammad Hatta Ali, SH MH dan para hakim," tulis Somad sebegai keterangan foto tersebut. 

Juru bicara MA Suhadi mengatakan, kedatangan Somad itu awalnya tak diketahui oleh jajaran hakim maupun para pegawai di lingkungan MA. Sebab segala hal yang menyangkut nama penceramah sudah diurus oleh dewan masjid setempat. 

Kendati demikian, kedatangan Somad pada siang hari itu disambut dengan antusiasme para jemaah yang tengah salat di dalamnya. Saat itu, kata Suhadi, Somad memberikan ceramah selama 70 menit soal tuntunan hidup dalam Islam.

Saat disinggung mengenai nama Somad yang tak masuk dalam daftar mubalig rekomendasi Kemenag, Suhadi menerangkan, daftar nama tersebut hanya bersifat rekomendasi. Tak pernah ada larangan yang menyebut lembaga negara harus memanggil penceramah di daftar tersebut.  

"Kalau enggak ada namanya apa berarti enggak boleh? 200 orang di seluruh Indonesia, kalau enggak boleh ceramah, enggak boleh jadi khatib, ya siapa nanti yang jadi khatib?" tanya dia. 

Sosok Somad sendiri diterima dengan sangat baik di MA. Suhadi menjelaskan, Somad begitu disegani oleh hakim-hakim MA di sana. "Semuanya (hakim ) ingin akrab sama ustaz. Semuanya minta selamat sama ustaz ya," katanya seperti dikutip dari Kumparan.com.