Rabu, 09 Mei 2018 15:07

Saling Dorong Pedemo dengan Satpol PP di DPRD Sulsel

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Aksi unjuk rasa di DPRD Sulsel, Rabu (9/5/2018).
Aksi unjuk rasa di DPRD Sulsel, Rabu (9/5/2018).

Belasan orang yang mengatasnamakam diri Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (9/5/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Belasan orang yang mengatasnamakam diri Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (9/5/2018).

Mereka menggelar orasi di halaman kantor DPRD Sulsel. Hingga beberapa saat berorasi, mereka merengsek masuk menuju ruang fraksi. Sempat terjadi aksi salig dorong antara pengunjuk rasa dan satpol PP yang mengawal aksi tersebut.

Namun, upaya merengsek masuk ini, berhasil digagalkan pihak kepolisian yang ikut berjaga-jaga. Hingga akhirnya, pengunjuk rasa kembali keluar ke halaman kantor DPRD Sulsel.

Massa aksi datang membawa sebuah spanduk dengan tulisan tuntutan, soal netralitas Plt Bupati Bone yang mereka anggap berpihak kepada salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Jenderal lapangan PPM Sulsel, Agus Rudianto, menyampaikan aparatur sipil negara (ASN) seharusnya menegakkan aturan, bukan malah melanggar aturan.

"Dengan ikut berpose gaya simbol kampanye Punggawa (IYL-Cakka), ini akan memberikan pandangan negatif dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di Indonesia," kata Agus.

Ia mengatakan, untuk menghindari konflik dalam momen pesta demokrasi di Sulsel, maka sebagai ASN harus benar-benar netral dan menaati aturan.

PPM menyatakan sikap, meminta Bawaslu Sulsel untuk menindak tegas ASN sesuai dengan undang-undang Pemilu No 10 tahun 2016. Meminta Soni Sumarsono untuk mencopot Plt Bupati Bone yang diduga merusak tatanan demokrasi.

"Meminta DPRD Sulsel untuk segera melakukan pemanggilan Plt Bupati Bone terkait keterlibatan mengampanyekan salah satu kandidat gubernur," pungkasnya.